Analisis Segi Psikologis Terkait Jurnal Yang Berjudul "Optimalisasi Edukasi Perpajakan bagi Generasi Millenial Melalui Vidio"
sumber : https://ejurnal.pajak.go.id
Membayar pajak merupakan kewajiban masyarakat kepada negara yang harus dipatuhi. Namun, di sisi lain negara juga harus memastikan agar pemungutan pajak dan pengelolaan uang hasil pajak yang dihimpun dari masyarakat dilakukan secara adil, bertanggung jawab, akuntabel, dan transparan.
penyelenggaraan pemungutan dan pengelolaan hasil pajak yang sesuai dengan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik tentu akan membersihkan pengaruh positif kepada wajib pajak untuk meningkatkan kepatuhannya. Dari situlah mekanisme keseimbangan muncul.
ukuran tingkat kepatuhan wajib pajak yang paling utama adalah pelaporan surat pemberitahuan (SPT), baik SPT tahunan maupun SPT masa. Ini merupakan tahap terakhir dalam sistem pemungutan pajak self assesment setelah wajib pajak menghitung dan membayar pajaknya.
untuk mengoptimalkan tingkat kepatuhan pajak masyarakat, tidak ada pilihan bagi pemerintah untuk terus memberikan pelayanan administrasi perpajakan yang sebaik-baiknya, termasuk untuk melayani komplain, permintaan informas, dan seterusnya.
PSIKOLOGI KEPATUHAN
dari sisi sosio-psikologi masyarakat atau wajib pajak, psikologi pajak Alan Lewis mengemukakan untuk merangsang timbulnya kegairahan membayar pajak, administrasi pajak harus dapat dilakukan dengan mudah, baik itu kemudahan untuk mendapat SPT maupun kemudahan dalam pengisiannya.
karena itu, upaya untuk meningkatkan pelayanan perpajakan, khususnya dalam rangka memberikan kemudahan kepada wajib pajak, harus terus digencarkan. dengan strategi inilah antara lain tingkat kepatuhan pajak masyarakat dapat meningkat.
pemberian pelayanan kemudahan administratif sekaligus penyuluhan mengenai hak dan kewajiban diharapkan dapat meningkatkan keatuhan pajak masyarakat, sehingga jumlah penyimpaian SPT hingga pada giliranya penerimaan pajak juga dapat bertambah.
apabila ditelaah lebih jauh, kemudahan-kemudahan itulah sebetulnya yang secara psikologis juga dapat meredam sisi benci pemaksaan pajak, tetapi pada saat yang sama memberikan porsi yang besar kepada sisi rindu manfaat pajak.
sejalan dengan itu, aspek kemudahan pelayanan perpajakan ini harus terus menjadi usaha prioritas dalam narasi sekaligus strategi besar dalam upaya peningkatan penerimaan negara, bukan aspek penegakan hukum atau tindakan koersif lain tetapi tanpa mengurangi peras dan fungsinya.
dari situlah kemudian negara bisa lebih mengefektifkan fungsi pajak sebagai alat redistribusi kesejahteraan, untuk mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa seperti yang tercantum dalam konstitusi, yaitu untuk menciptakan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera.
dalam jurnal optimalisasi edukasi perpajakan bagi generasi millenial melalui vidio oleh Agus Suharsono dan Selly Galvani menyimpulkan bahwa menggunakan media sosial sebagai sara penyebarluasan vidio. hal ini sejalan dengan karakter generasi millenial yang telah menjadikan internet sebagai kebutuhan hidup.
Mutiara Devintasari : https://mutiaradevinta.blogspot.com/2021/04/analisis-dari-segi-sosiologis-mengenai_77.html?m=1
Herlina Apriliani : analisis segi yuridis
Aruna Ariani : analisis segi ekonomi
Faris Al madany : https://zepyredo.blogspot.com/2021/04/pajak-kontribusi-wajib-kepada-negara.html#more

Komentar
Posting Komentar